Refleksi mandiri

Pengalaman pribadi

Merefleksikan diri sendiri,
Dengan bantuan sumpit pangsit.


Pada suatu masa yang lalu saya mengalami sakit pada telapak kaki saya, rasanya ketika kaki menjejakan ketanah, seolah saya menginjak beribu ribu duri, sehingga saya harus berjingkat untuk berjalan, sakiiiit sekali, bingung kenapa kaki saya ini, saya bertanya kepada siapa saja termasuk ke mbah google, banyak jawabannya, asam uratlah, darahnya beku dll.
Saya elus elus telapak kaki saya sambil duduk bersila, saya ingalt tentang pijat refleksi pada kaki, saya ambil kayu bekas sumpit mie pangsit, lalu saya tusukan sumpit kayu itu perlahan ke telapak kaki saya..waduhhh..sakitnya sampai keulu hati dan ke otak saya..tapi juga ada rasa nikmat yang menjalar.
Saya tusukan lagi, saya tekan dan tahan...aduh..bagi saya selain rasa sakit juga ada sensasi nikmaat sekali.
Begitu terus saya lakukan kesemua titik refleksi.
Setelah saya refleksi telapak kaki saya, kemudian saya luruskan kaki saya, terasa sekali didalam betis saya darah mengalir ketelapak kaki..krucuk..krucuk seperti air mengalir didalam pipa.
Saya lakukan refleksi kaki tersebut beberapa kali sehari sampai akhirnya sensasi nikmat tersebut hilang dan tidak saya rasakan lagi.
Memang telapak kaki saya masih sakit, tapi bukan sakit tertusuk duri seperti awal sakit tapi sakit bekas tusukan sumpit bambu, dan saya sudah bisa berjalan normal lagi tanpa ada rasa sakit seperti menginjak 1000 duri..
Mulai saat itu setiap kaki mulai berat diajak berjalan dan terasa seperti tertusuk duri, hal diatas tadi selalu saya lakukan, alhamdulilah selalu berhasil.
Ini pengalaman pribadi saya, saya jadi tahu titik titik refleksi mana yang harus di pencet/ditusuk dan ditekan jika saya merasakan sakit..
Catt.
Saya memakai sumpit kayu karena saya tidak punya cukup tenaga untuk menekan titik syaraf di telapak kaki saya sendiri tanpa bantuan orang lain, tapi dengan bantuan sumpit pangsit saya bisa menekan titik syaraf dengan sempurna terutama ditumit yang keras.
(Sumpit kayunya yang tidak runcing)

Postingan populer dari blog ini

Berat bada ideal

Pembisik sejati

Sawang sinawang