Peri apa lelembut
Kisah nyata
Peri apa lelembut
Bismillah
Peri apa lelembut..saya pun tidak tahu yang pasti hal ini terjadi pada diri penulis sendiri..
Membuka kembali kenangan lama, waktu saya berusia sekitar 10 tahun, kejadian ini terjadi pada sore hari sekitar jam 3 an, pada masa itu sedang ramai musim layangan, saya bocah kecil senang sekali melihat layangan terbang diangkasa saling mengadu, sayangnya bocah itu tidak bisa memainkan layangan bisanya hanya nonton saja hingga sekarang, lingkungan rumah saya sudah termasuk padat, kiri dan kanan sudah berdiri rumah saling berdempetan, satu tembok sisi kiri dan kanan dengan yang lainya pada menempel sehingga hanya ada celah sedikit.
Suatu sore yang terik panas mataharinya sudah menjorok kebarat, seperti biasa saya bermain didak atas belakang rumah tempat biasa menjemur pakaian..sambil melihat keangkasa, karena dilangit banyak sekali layangan berterbangan saling mengadu, asik sekali, saya duduk diantara tembok pemisah antar rumah yang tingginya 10 cm lebih dikit dari dak tempat menjemuran pakaian.., saya ingat sekali waktu itu saya melihat kearah selatan karena arah angin keselatan sehingga layangan berterbangan kearah selatan, sekian lama saya menatap langit, entah mengapa secara reflek saya menengok kebelakang..
Ada seorang wanita terbang 2 m dibelakang saya duduk, memang agak samar tapi cukup jelas untuk dikenali, wanita separuh baya berpakaian seperti dayang dayang berkemben warna merah jambu, ada selendang putih persis kaya penari jawa, selendangnya berkibar tertiup angin, saya tidak melihat wajahnya, saya hanya bengong, perlahan wanita terbang itu menghilang, bukan pergi tapi hilang seperti asap, umurku sekitar 10 tahun, tak begitu memperhatikan, tapi masih jelas teringat diotakku hingga saya bisa bercerita seperti ini..
Entah apa namanya makluk itu, yang pasti ini nyata pengalaman hidup saya, hingga terjadi lagi setelah dewasa..
Peri apa lelembut
Bismillah
Peri apa lelembut..saya pun tidak tahu yang pasti hal ini terjadi pada diri penulis sendiri..
Membuka kembali kenangan lama, waktu saya berusia sekitar 10 tahun, kejadian ini terjadi pada sore hari sekitar jam 3 an, pada masa itu sedang ramai musim layangan, saya bocah kecil senang sekali melihat layangan terbang diangkasa saling mengadu, sayangnya bocah itu tidak bisa memainkan layangan bisanya hanya nonton saja hingga sekarang, lingkungan rumah saya sudah termasuk padat, kiri dan kanan sudah berdiri rumah saling berdempetan, satu tembok sisi kiri dan kanan dengan yang lainya pada menempel sehingga hanya ada celah sedikit.
Suatu sore yang terik panas mataharinya sudah menjorok kebarat, seperti biasa saya bermain didak atas belakang rumah tempat biasa menjemur pakaian..sambil melihat keangkasa, karena dilangit banyak sekali layangan berterbangan saling mengadu, asik sekali, saya duduk diantara tembok pemisah antar rumah yang tingginya 10 cm lebih dikit dari dak tempat menjemuran pakaian.., saya ingat sekali waktu itu saya melihat kearah selatan karena arah angin keselatan sehingga layangan berterbangan kearah selatan, sekian lama saya menatap langit, entah mengapa secara reflek saya menengok kebelakang..
Ada seorang wanita terbang 2 m dibelakang saya duduk, memang agak samar tapi cukup jelas untuk dikenali, wanita separuh baya berpakaian seperti dayang dayang berkemben warna merah jambu, ada selendang putih persis kaya penari jawa, selendangnya berkibar tertiup angin, saya tidak melihat wajahnya, saya hanya bengong, perlahan wanita terbang itu menghilang, bukan pergi tapi hilang seperti asap, umurku sekitar 10 tahun, tak begitu memperhatikan, tapi masih jelas teringat diotakku hingga saya bisa bercerita seperti ini..
Entah apa namanya makluk itu, yang pasti ini nyata pengalaman hidup saya, hingga terjadi lagi setelah dewasa..
