Jeritan pilu

Opini Subyektif

Jeritan senang atau pilu


Andaikan kita tahu apa perasaan burung yang dikurung dalam sangkar, pasti mereka yang mempunyai peliharaan burung akan melepas semua burungnya..

Disekitar kita, barangkali saudara, tetangga, atau bahkan orang tua kita sendiri ada yang hobi memelihara burung, mulai dari burung murai, lovebird, jalak dll, banyak sekali jenisnya, kita/mereka berbangga dengan burung peliharaannya, apalagi bila dibeli dengan harga tinggi, akan banyak cerita tentang burung tersebut..
Mata kita berbinar senang jika burung kita berbunyi nyaring dan merdu, senang sekali rasanya mendengar suara jeritan yang keluar dari mulut mungil binatang kecil.
Andaikan kita tahu apa diucapkan yang keluar dari mulut kecil burung yang kita senangi..?
Barangkali jeritan pilu yang kita anggap merdu, sesungguhnya adalah luapan emosi dari ketidakberdayaan sebagai makluk yang harus sepanjang hidupnya berada didalam jeruji sangkar kayu, atas keangkuhan dan kesombongan yang dilakoni oleh makluk yang bernama manusia.
Sungguh mengiris kalbu..
Keinginan untuk terbang tinggi dan jauh, terhalang oleh jeruji kayu yang ada dihadapannya, hanya bisa memandang cakrawala biru, pucuk daun hijau tertinggi, suara cuitan dari burung lain diluar sana, memanggil untuk mengajak bergabung, tak dapat dipenuhinya, hasratnya telah layu, hanya bisa memandang lesu dan berteriak untuk mengusir temannya menjauh agar tidak tertangkap oleh manusia dan menjadi senasib dengannya..
Sekali lagi manusia memang tidak peka dan tidak mau merasakan derita seekor burung dalam sangkar.
Manusia memang masih senang hidup diatas penderitaan makluk lain, karena manusia sekarang tidak bisa menindas sesama manusia, akan terkena HAM tentunya, ternyata hukum rimba belum benar benar hilang dari muka bumi..
Andaikan dibalik nasib, manusia yang berada di dalam sangkar gimana..?

Jadi ingat sebuah lagu lawas.
Wahai kau burung dalam sangkar
Sungguh malang nasibmu benar
Dari kekejaman dunia
Yang tak pernah mengenal rasa

Postingan populer dari blog ini

Berat bada ideal

Pembisik sejati

Sawang sinawang