Sebuah bisikan
Cerita fiksi
Sebuah bisikan
Sedikit lagi kawan, baru juga sebotol, belum apa-apa..kamu pasti bisa mumpung gratis, sayang kalo dibuang..
Ayo..sedikit lagi..hek..hekk.. Bisikan-bisikan begitu menusuk dalam sanubariku.
Tuh..kan..kamu bisa..udah 2 botol..sebotol lagi tanggung...he..he..
Kamu memang jagoan minum..he..he..suara itu terus berbisik memberi semangat, semangat terus agar aku terus..dan terus menenggak munuman keras..
Dan akupun terlena, dan terus menenggak minuman keras, entah sudah berapa botol minuman masuk kedalam tubuhku..sampai akhirnya...
Aku jadi lemas, seluruh tubuhku terkulai tanpa tenaga, jangankan berjalan berdiri saja aku tak kuat, mataku berkunang-kunang..kututup mataku dan aku tak sadarkan diri
Hebat kamu kawan..sudah 4 botol kau habiskan...hebat..emang kau juaranya minum, mana teman-teman..mu, kau kalahkan semua..ha..ha..ha...sayup-sayup masih terdengar bisikan-bisikan puji-pujian....sampai akhirnya suara itu hilang..
Halo.. sayang..bangun..jangan tidur terus. terdengar suara wanita lembut sekali berbisik ditelingku..
Sayang..?. Baru kali ini ada yang memanggilku sayang, wanita lagi..bisikku dalam hati.
Seumur hidup, aku belum pernah mendengar suara wanita yang begitu lembut berbisik ditelingaku...aduh rasanya aku ingin...dada ini bergetar..
Siapa ya..hati ini bertanya-tanya..
Sayaaaang... ayo bangun..ayo bangun...kesini, mari ikut saya..Aduh suara berbisik itu lagi..tambah kencang jantung ini berdetak.
Mataku masih terpejam..rasanya berat untuk dibuka.
Siapa ya..adikku pasti bukan..istriku..?..apalagi..hampir tiap hari kami bertengkar..yang ada omelan dan cacian yang sering keluar dari mulut judes istriku..ini yang membuat aku tak betah dirumah..sampai aku terjerumus ke minum-minuman keras.
Sayaaang ayo bangun...mari ikut saya..kata-kata manis itu terdengar lagi..aku bergidik..
Sebenarnya kata manis itu yang ingin saya sering dengar dari mulut istriku..tapi ah..sudahlah..
Perlahan kubuka mataku..gelap..hitam pekat..aku kaget, takut, gelisah..ingin rasanya kuberteriak, tapi tak terdengar suaraku, kugerakan badanku, tak mau bergerak, seolah terikat..aduh..
Aku tak bisa lihat apa-apa, pandanganku gelap gulita, pikiranku melayang-layang, entah apa yang terjadi dengan ku.
Aku ingat, terakhir aku berada didalam sebuah gubuk bersama kedua teman-temanku, kami bertiga asik minum-minuman keras, sampai akhirnya aku tak sadarkan diri..aku tak tahu nasib kedua temanku, aku sendiri bingung atas nasibku..
Kucoba gerakan lagi badanku tapi tak bisa juga mau bergerak, akhirnya aku pasrah dan mataku perlahan terpejam dan tak sadarkan diri untuk kedua kalinya..
Terdengar sayup-sayup ditelingaku suara tangisan perempuan yang kuyakin itu suara istriku..dia memohon ma'af atas perilakunya selama ini yang mau menang sendiri, selalu mengeluh kurang setiap kali dikasih uang belanja, katanya lagi dia masih sayang padaku, aku mencibir dalam hati..
Aku biarkan saja istriku menangis sesunggukan, biarin tahu rasa dia..
Lha..kenapa kok..aku ditangisin..ada apa ini...aku baru sadar..apa aku sudah mati..
Aku gerak-gerakan tubuhku, tidak bergerak ternyata tubuhku sudah terikat.
ooooy..aku teriak sekenceng-kencengnya, tak ada yang mendengar, aku teriak berkali-kali, mereka tetap tak menghiraukan..saking kencangnya aku berteriak sampai aku terbatuk-batuk..
Huk...huk....huk..
Seketika orang-orang yang ada disekitarku berhamburan menjauh..
Mayatnya hidup lagi..mayatnya hidup lagi...
Mayatnya hidup lagi..kataku dalam hati.. Berarti saya sudah mati dong.
Aku masih batuk-batuk karena kapas menyumpal dimulut dan hidungku.
Suasana jadi riuh, ramai, ada yang teriak, ada yang menangis ketakutan karena tidak bisa lari, suasama ramai sekali..
Disela batukku terdengar suara bapak-bapak berkata..
Tenang..tenang..ibu..ibu..bapak..bapak..tenang, jangan takut..
Bapak tersebut mengangkat bahuku pelan-pelan hingga aku terduduk..
Satu persatu ikatan ditubuhku dilepas disaksikan puluhan pasang mata yang tertuju kepadaku dengan rasa takut dan cemas..
Kamu siapa..?.tanya bapak yang sama.
Pertanyaan yang konyol menurutku, tapi kujawab juga setelah 3x bapak itu bertanya..
Saya narko...narko sugendar..jawabku terbata-bata.
Alhamdulilah.. Jawab mereka berbarengan..
Aku dipeluknya bergantian, seakan tak percaya aku hidup lagi.
Aku hanya terdiam menunduk, sembari dipeluk bergantian..
Baru aku tahu, setelah semua tenang bahwa aku telah meninggal setelah dua hari aku tak sadarkan diri...
Aku teringat suara wanita yang memanggilku untuk ikut bersamanya..siapa ya.
Aku diam saja, tak berani aku menceritakannya..