Doa dikabul
Tipe : Narasi subyektif
Ketika Allah mengabulkan do'a do'a kita
Bismillah.
Sekedar buat bahan renungan.
Disetiap agama selalu diajarkan tentang do'a, do'a kepada yang maha kuasa, meminta dan memohon agar dimudahkan segala urusan dunia dan akherat, secara detil lagi kita juga berdo'a untuk urusan pribadi, misal, rezeki, jodoh, bisnis, anak sekolah dll..
Sesungguhnya Allah selalu mengabulkan semua do'a yang diminta hambanya, hanya kadang kita tidak mengerti akan cara Allah mengabulkan do'a kita, sering kali Allah mengabulkan do'a kita secara tidak langsung (melalui perantara). Contohnya, kita (saya) pernah berdo'a meminta rezeki sama Allah, suatu saat, ketika sedang berjalan ditaman, ada seseorang berlari kearah kita(saya) dan menabrak hingga keduanya terjatuh, tak lama orang itu berdiri dan lari, sedetik kemudian datang seorang ibu menghampiri dan bertanya, bapak tidak apa apa..
karena yang bertanya seorang ibu, rasa dongkol dihati karena ditabrak tadi hilang, tidak apa apa bu...sambil mengusap baju yang kotor, lalu ibu itu mengeluarkan uang ratusan ribu 2 lembar, dan memberikannya kepada saya,
Tidak usah bu, saya tidak apa apa, bener baik baik saja.
Ibu itu memaksa sambil berbisik, andai tidak karena bapak ditabrak orang itu tadi, maka uang saya ludes semua..
oh, teryata orang itu penjambret baru saya mengerti dan mau menerima 2 lembar ratusan ribu yang disodorkan.
Bila kita ingat sebenarnya itu adalah pengabulan do'a dari yang maha kuasa (Allah) atas do'a yang pernah kita(saya) panjatkan, namun kita kadang lupa akan do'a yang pernah kita ucapkan, dan menganggap rezeki datang secara kebetulan atau hasil usaha atau kerja keras kita. Begitulah manusia.
Satu lagi pengalaman yang tak terlupakan..
Saya mempunyai seorang temen lelaki, untuk urusan ibadah tidaklah bagus terutama sholat teramat sering tertinggal dan banyak melakukan dosa, suatu ketika teman saya itu rajin sholat, alhamdulilah pikirku dalam hati.. Selang seminggu terjadi sebuah kecelakaan yang menimpa temen saya tadi, tidak terlalu berat, lumayan sedikit cidera, sejak itu teman saya itu berhenti sholat, ketika ditanya kenapa tidak sholat lagi, dia diam saja, mungkin mau berkata ini tidak enak, karena saya sholat, saya jadi kecelakaan.
Kalau kita telaah lagi, doa apa yang awal diucapkan setelah sholat..
Baca istiqfar..Astaghfirullah al-'Adhim"
Apa makna/arti istiqfar..
Ya Allah hapuskan dosa hamba..
Berulang ulang kali kita baca istiqfar, berulang ulang juga kita minta ampun, dan Allah selalu mengabulkan doa hambanya..
Maka dikabulkan do'anya..
Dihapuskan dosa hamba tersebut..
Namun demikian tidak serta merta dosa seorang hamba dihapus, tentu ada konsekuensinya, (enak saja udah berbuat dosa, dosa minta dihapus begitu saja, itu bahasa kita, walaupun bagi allah tidak ada yang tidak mungkin)
Maka dibuat sebuah kecelakaan untuk imbalan dosa yang telah diperbuat, itulah salah satu cara Allah untuk dihapuskan dosa dosa hambanya, tapi kadang kita tidak sadar dan mengerti bahwa yang terjadi adalah hasil dari do'a do'a kita sendiri.
Masih beruntung balasannya ada didunia dan kita masih bisa bertahan, andaikan balasannya ditunda di alam kubur/akherat.?
Tentu kita sering dengar azab dialam kubur seperti apa dahsyatnya.
Bersegeralah menuju ampunan Allah, kurangilah berbuat dosa, beristiqfarlah tiap hari agar dosa tidak menumpuk yang membuat azab semakin berat, bersyukurlah dan jalanin cobaan hidup (sakit, susah, sedih, miskin dll) dengan senang hati, sesungguhnya itu adalah penghapusan dosa kita yang dibayar langsung didunia, kita tidak tahu berapa dosa lagi yang ditangguhkan di akherat.
Wallahu A'lam Bishawab.
Ketika Allah mengabulkan do'a do'a kita
Bismillah.
Sekedar buat bahan renungan.
Disetiap agama selalu diajarkan tentang do'a, do'a kepada yang maha kuasa, meminta dan memohon agar dimudahkan segala urusan dunia dan akherat, secara detil lagi kita juga berdo'a untuk urusan pribadi, misal, rezeki, jodoh, bisnis, anak sekolah dll..
Sesungguhnya Allah selalu mengabulkan semua do'a yang diminta hambanya, hanya kadang kita tidak mengerti akan cara Allah mengabulkan do'a kita, sering kali Allah mengabulkan do'a kita secara tidak langsung (melalui perantara). Contohnya, kita (saya) pernah berdo'a meminta rezeki sama Allah, suatu saat, ketika sedang berjalan ditaman, ada seseorang berlari kearah kita(saya) dan menabrak hingga keduanya terjatuh, tak lama orang itu berdiri dan lari, sedetik kemudian datang seorang ibu menghampiri dan bertanya, bapak tidak apa apa..
karena yang bertanya seorang ibu, rasa dongkol dihati karena ditabrak tadi hilang, tidak apa apa bu...sambil mengusap baju yang kotor, lalu ibu itu mengeluarkan uang ratusan ribu 2 lembar, dan memberikannya kepada saya,
Tidak usah bu, saya tidak apa apa, bener baik baik saja.
Ibu itu memaksa sambil berbisik, andai tidak karena bapak ditabrak orang itu tadi, maka uang saya ludes semua..
oh, teryata orang itu penjambret baru saya mengerti dan mau menerima 2 lembar ratusan ribu yang disodorkan.
Bila kita ingat sebenarnya itu adalah pengabulan do'a dari yang maha kuasa (Allah) atas do'a yang pernah kita(saya) panjatkan, namun kita kadang lupa akan do'a yang pernah kita ucapkan, dan menganggap rezeki datang secara kebetulan atau hasil usaha atau kerja keras kita. Begitulah manusia.
Satu lagi pengalaman yang tak terlupakan..
Saya mempunyai seorang temen lelaki, untuk urusan ibadah tidaklah bagus terutama sholat teramat sering tertinggal dan banyak melakukan dosa, suatu ketika teman saya itu rajin sholat, alhamdulilah pikirku dalam hati.. Selang seminggu terjadi sebuah kecelakaan yang menimpa temen saya tadi, tidak terlalu berat, lumayan sedikit cidera, sejak itu teman saya itu berhenti sholat, ketika ditanya kenapa tidak sholat lagi, dia diam saja, mungkin mau berkata ini tidak enak, karena saya sholat, saya jadi kecelakaan.
Kalau kita telaah lagi, doa apa yang awal diucapkan setelah sholat..
Baca istiqfar..Astaghfirullah al-'Adhim"
Apa makna/arti istiqfar..
Ya Allah hapuskan dosa hamba..
Berulang ulang kali kita baca istiqfar, berulang ulang juga kita minta ampun, dan Allah selalu mengabulkan doa hambanya..
Maka dikabulkan do'anya..
Dihapuskan dosa hamba tersebut..
Namun demikian tidak serta merta dosa seorang hamba dihapus, tentu ada konsekuensinya, (enak saja udah berbuat dosa, dosa minta dihapus begitu saja, itu bahasa kita, walaupun bagi allah tidak ada yang tidak mungkin)
Maka dibuat sebuah kecelakaan untuk imbalan dosa yang telah diperbuat, itulah salah satu cara Allah untuk dihapuskan dosa dosa hambanya, tapi kadang kita tidak sadar dan mengerti bahwa yang terjadi adalah hasil dari do'a do'a kita sendiri.
Masih beruntung balasannya ada didunia dan kita masih bisa bertahan, andaikan balasannya ditunda di alam kubur/akherat.?
Tentu kita sering dengar azab dialam kubur seperti apa dahsyatnya.
Bersegeralah menuju ampunan Allah, kurangilah berbuat dosa, beristiqfarlah tiap hari agar dosa tidak menumpuk yang membuat azab semakin berat, bersyukurlah dan jalanin cobaan hidup (sakit, susah, sedih, miskin dll) dengan senang hati, sesungguhnya itu adalah penghapusan dosa kita yang dibayar langsung didunia, kita tidak tahu berapa dosa lagi yang ditangguhkan di akherat.
Wallahu A'lam Bishawab.